Kombinasi Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) dan Daun Beluntas (Pluchea indica) sebagai Biolarvasida

  • Afifah Nur Shobah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang
  • Fajrin Noviyanto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang
  • Nia Marlina Kurnia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang
Keywords: aedes aegypti, biolarvasida, etlingera elatior, pluchea indica

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Dimusim penghujan merupakan waktu untuk penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) oleh nyamuk Aedes aegypti. Kecombrang sudah lama digunakan sebagai bahan pangan dan bahan obat. Bagian bunga, daun, batang, dan rimpang kcombrang mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida. Daun beluntas mengandung tannin dan alkaloid, selain itu juga mengandung flavonoid, fenol, saponin, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektvitas ekstrak daun kecombrang  (Etlingera elatior) dan daun beluntas (Pluchea indica) sebagai biolarvasida terhadap larva nyamuk A.aegypti. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui potensi dari ekstrak etanol daun kecombrang dan daun beluntas sebagai biolarvasida untuk A.aegypti. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber pengetahun dari daun kecombrang dan daun beluntas sebagai bahan biolarvasida. Bahan yang digunakan menggunakan air sumur, daun kecombrang, daun beluntas, larva nyamuk A.aegypti, dan ethanol 96%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan ulangan sebanyak empat kali. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam dengan cara menghitung larva yang mati dan dinyatakan dalam persen kematian. Selanjutnya hasil dianalisis menggunakan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak daun kecombrang  (E.elatior) dan daun beluntas (P.indica) positif mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid/steroid, dan tannin serta negatif mengandung saponin. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kombinasi dari kedua ekstrak ini memiliki potensi sebagai biolarvasida dengan nilai LC50 sebesar 910 ppm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariwibowo, T., Faudah Amin, M., Nur Pratiwi, P., Konservasi Gigi, D., Kedokteran Gigi, F., & Trisakti, U. (2021). Efek Ekstrak Daun Pluchea indica terhadap Hambatan Pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. In JKGT 3(1):81-85.

Elisabeth Koraag, M., Anastasia, H., Isnawati, R., Litbang, B. P., Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan, B. R., & Masitudju No, J. (2016). Efikasi Ekstrak Daun dan Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Larva Aedes aegypti The efficacy of kecombrang (Etlingera elatior)leaves and flowers extract against Aedes aegypti larvae. In ASPIRATOR 8(2): 63-68.

Fuadzy, H., Marina, R., Penelitian, L., Pengembangan, D., Bersumber, P., Pangandaran, B., & Ciamis, K. (2012). Potensi daun dewa (gynura pseudochina [l.] Dc.) Sebagai larvasida aedes aegyptI (LINN.). In Aspirator 4(1): 7-13

Dwi Nugroho, A. (2011). Kematian Larva Aedes Aegypti Setelah Pemberian Abate Dibandingkan Dengan Pemberian Serbuk Serai. In Kemas 7(1): 91-96. http://journal.unnes.ac.id/index.php/kemas

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Hingga Juli, Kasus DBD di Indonesia Capai 71 Ribu. https://www.kemkes.go.id/article/view/20070900004/hingga-juli-kasus-dbd-di-indonesia-capai-71-ribu.html. Diakses pada tanggal 29 Oktober 2020.

Kolo, S. M. (2018). Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Sirsak Dan Serai Wangi Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Saintek Lahan Kering, 1(1), 13–16. https://doi.org/10.32938/slk.v1i1.441

Ntungwe N, E., Domínguez-Martín, E. M., Roberto, A., Tavares, J., Isca, V. M. S., Pereira, P., Cebola, M.-J., & Rijo, P. (2020). Artemia species: An Important Tool to Screen General Toxicity Samples. Current Pharmaceutical Design, 26(24), 2892–2908. https://doi.org/10.2174/1381612826666200406083035

Nufus Sholeha, D., Muhamat, Anwar, K., & Studi D-III Farmasi Politeknik Unggulan Kalimantan, P. (2018). Uji Aktivitas Fraksi Petroleum Eter Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Sebagai Larvasida terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Pharmascience, 05(02), 86–97. http://jps.unlam.ac.id/

Nurhaifah, D., & Sukesi, T. W. (2015). Efektivitas Air Perasan Kulit Jeruk Manis sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti.

Nurlatifah, A.S., Alifiar, I & Setiawan, F. 2021. Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) sebagai Pertumbuhan Rambut terhadap Kelinci Putih Jantan. JIF Farmasyifa 4(1): 76-86.

Oka, I. M., Parwata, A., Santi, R., Sulaksana, M., Ayu, I., & Widiarthini, A. (n.d.). Aktivitas Larvasida Minyak Atsiri Pada Daun Sirih (Piper betle Linn) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti. In Jurnal Kimia, 5(1): 88-93.

Pelu, A. D. (2017). Pemeriksaan Farmakognostik Tanaman Beluntas (Pluchea indica L) asal maluku. Global health science, 2(4): 390-393.

Putri Amelia, F., & Suyatno Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan. (2014). Aktivitas Biolarvasida Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Bakau Merah (Rhizophora stylosa) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti Biolarvacidal Activity Of Ethyl Acetate Extract Of Red Mangrove’s Stem Bark (Rhizophora stylosa) AGAINST Aedes aegypti Larvae. In Unesa Journal of Chemistry 3(3): 74-79.

Rau, Muh. J., Soraya, N., & Pitriani. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kelurahan Birobuli Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 73–82.

Renaninggalih, R., Mulkiya MSi, K. Y., & Sadiyah, E. R. (2014). Karakterisasi Dan Pengujian Aktivitas Penolak Nyamuk Minyak Atsiri Daun Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack) R. M. Smith). Prosiding SnaPP 2014 Sains, Teknologi Dan Kesehatan, 4(1), 483–490.

Rochmat, A., Adiati, M. F., & Bahiyah, Z. (2017). Pengembangan Biolarvasida Jentik Nyamuk Aedes aegypti Berbahan Aktif Ekstrak Beluntas (Pluchea indica Less.). Reaktor, 16(3), 103–108. https://doi.org/10.14710/reaktor.16.3.103-108

Sholeha, D.N. Muhamat & Khoerul Anwar. 2018. Uji Aktivitas Fraksi Petroleum Eter Duan Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) sebaai Larvasida terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Pharmascience, 5(2): 86-97.

Suryanto, Maria Santoso, L., & Suratmi. (2018). Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Larvasida Nabati Larva Nyamuk Culex quinquefasciatus Dan Sumbangannya Pada Pembelajaran Biologi SMA (Vol. 5, Issue 2).

Susanti, L., Boesri, D. H., Penelitian, B. B., Vektor, P., Reservoir, D., & Salatiga, P. (n.d.). Toksisitas Biolarvasida Ekstrak Tembakau Dibandingkan Dengan Ekstrak Zodia Terhadap Jentik Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti). Buletin Penelitian Kesehatan, 40(2): 75 – 84

Wijaya, S., Kurnia Setiawan, H., & Ayu Lestari Ano, L. (2017). Standarisasi Spesifik dan Non Spesifik dari Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L. Less.). In Journal Of Pharmacey Science And. 4(1): 44-49

Published
2021-12-31
How to Cite
Shobah, A., Noviyanto, F., & Kurnia, N. (2021). Kombinasi Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) dan Daun Beluntas (Pluchea indica) sebagai Biolarvasida. JURNAL KESEHATAN PERINTIS, 8(2), 100-109. https://doi.org/10.33653/jkp.v8i2.675