Pemeriksaan Keton Urine Pada Pasien Diabetes Melitus

  • Chairani Chairani STIKes Perintis Padang
  • Silvia Karlina STIKes Perintis Padang
Keywords: Diabetes Melitus, Keton Urine

Abstract

Penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan gangguan metabolisme lemak. Peningkatan terjadinya metabolisme lemak akan menghasilkan produksi sisa berupa badan keton yang muncul dalam darah dan akibatnya dikeluarkan melalui urine. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Perbedaan hasil pemeriksaan keton urine pada pasien diabetes melitus yang menderita kurang dari lima tahun dengan lebih dari lima tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik-komparatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD dr. Rasidin Padang selama bulan November 2018-Juli 2019. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus yang menderita kurang dari lima tahun dan lebih dari lima tahun masing-masing sebanyak 30 sampel. Metode pemeriksaan yaitu semi-Kuantitatif menggunakan alat urine analyzer. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan rerata hasil pemeriksaan keton urine pada pasien diabetes melitus yang menderita kurang dari lima tahun dan lebih dari lima tahun yaitu 34.83±32.20 mg/dL dan 4.67±10.90mg/dL. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan keton urine pada pasien diabetes melitus yang menderita kurang dari lima tahun dengan lebih dari lima tahun dengan p-value<0.05. Penelitian ini memiliki manfaat bagi pasien yang menderita diabetes melitus agar selalu mengontrol kadar glukosa darah dan melakukan pemeriksaan keton urine.

References

ADA - American Diabetes Association. (2012). Diagnosis of diabetes and prediabetes. Diabetes Care.
American Diabetes Association [ADA]. (2014). Position statement: Standar ofMedical Care in Diabetes 2014. Diabetes Care.https://doi.org/10.2337/dc14-S014
Dahlan, M. (2009). Besar Sampel dan Teknik Sampling. Salemba Medika. https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2012.03.021
IDF. (2015). IDF Diabetes Atlas 2015. International Diabetes Federation.
Kemenkes. (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2013. Laporan Nasional 2013. https://doi.org/1 Desember 2013
Khan, N. A., Wang, H., Anand, S., Jin, Y., Campbell, N. R. C., Pilote, L., & Quan, H. (2011). Ethnicity and sex affect diabetes incidence and outcomes. Diabetes Care. https://doi.org/10.2337/dc10-0865
Notoatmodjo. (2010). BAB III Diare. Metodelogi Penelitian.
PERKENI. (2011). Konsensus DM Tipe 2 Indonesia Tahun 2011. In PERKENI. https://doi.org/10.3406/arch.1977.13 22
Soewondo, P., Soegondo, S., Suastika, K., Pranoto, A., Soeatmadji, D. W., & Tjokroprawiro, A. (2010). The DiabCare Asia 2008 study – outcomes on control and complications of type 2 diabetic patients in Indonesia. Medical Journal of Indonesia. https://doi.org/10.13181/mji.v19i4.412
Suriani, N. (2012). Gangguan Metabolisme Karbohidrat pada Diabetes Melitus. Biokimia.
Trisnawati, Sri dkk. 2013. Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Public Health and Preventive Medicine Archive. Volume1 No. 1 :1-6
Tipe, M. S., Putri, D., Toruan, L., Karim, D., & Woferst, R. (2013). Diabetes mellitus, m ellitus, dietary compliance, compliance, self-motivation. 137-145.
Wibowo, H. S. B., Rambert, G. I., & Wowor, M. F. (2016). Gambaran keton urin pada pasien dewasa dengan tuberkulosis paru di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal E-Biomedik. https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.1465
Published
2020-06-29
How to Cite
Chairani, C., & Karlina, S. (2020). Pemeriksaan Keton Urine Pada Pasien Diabetes Melitus. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(1), 150. Retrieved from https://jurnal.upertis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/581